Virus

July 26, 2016 § Leave a comment

“What are you doing here at this hour?”

“I didn’t get to sleep all night, my head was about to explode.”

“What?”

“And I can’t erase this (gue tunjukkin alamat website yang Cindy tulis di tangan gue dua hari lalu), if I erase this, the memory from the night I spent with you will be probably erased too, so I can’t erase it. I know it’s impossible, but this is how I feel.”

“You’re talking no sense. Mabok ya?”

“I know you’re no sense. You don’t make sense, no matter how I redo the calculations. No function can solve you. You’re a bug in a software. You’re messing up my head, my life & my everything. But I don’t want to kill that bug. I want it to stay in my head.”

“Hah?”

*

Semuanya bermula dari matanya. Iya, gue lemah ama mata. Apalagi kalo warna bola matanya coklat tua cenderung gelap, kesan yang gue tangkep dari cewek dengan warna bola mata begitu adalah misterius. Minta ditangkep. Dikejar, dipacarin, apa deh.

Obviously, gue udah jadi single sejak zaman Perang Pangeran Diponegoro alias udah lama banget gue gak pacaran. Hanya saja gue gak pernah lupa how to treat cewek dengan baik dan benar. Gini – gini, gue juga masih punya gebetan sih. Meski gak ada yang jadi juga. Then, she came along. Like a virus on your software.

“Kenalin, ini Cindy. Business Analyst baru yang kita hire buat project baru kita.”

Aku hanya melirik yang bernama Cindy ini sekilas sambil menyapa sekedarnya. “Hi, Abdul.”

“Abdul ini project leader kita sekaligus CTO disini.” Andi, Partner sekaligus CEO dari perusahaan IT Consultant yang kami dirikan bersama – sama ini memperkenalkan kami berdua.

*

“Eh Cindy, lo punya obeng gak?”

“Hah?” Muka melongo khas Cindy keluar.

“Gak punya? Kalo waktu barang sebentar aja buat ngopi – ngopi ama gue pasti punya kan?”

Cindy masih melongo juga.

“Jangan melongo gitu dong. Untung lo cakep, Cin.”

“Yaela Abduuulll, abis ngagetin aja. Kita kan sering juga nongkrong bareng. Masa sekarang ngajak ngopi aja pake pick up line super cheesy gini sik?”

“Kemarin – kemarin kan ngopi-ngopinya karena project kita. Lembur bareng juga karena kerjaan, mana ada waktu buat ngobrol – ngobrol yang lain.”

Cindy tertawa. Ya ampun, gila sih ini, tiga bulan gue tahan – tahan aja rasanya denger dia ketawa tapi gak bisa ngapa – ngapain. Yes, I’m being a professional here by not dating my colleague.

“So, mau ya Cin? Jumat malem, Pangpol, tempat ngopi yang biasa itu terus nanti kalo lo laper, kita makan aja di sate apjay. Gimana? Tawaran gue ok gak?”

“Sounds great.”

*

First date menentukan segalanya, lalu date kedua, lalu jalan – jalan ke museum bareng, lalu sekedar ketemu buat makan bakso di Blok S siang – siang, lalu ngobrol tentang Comic Con, tentang algoritma dan kalkulus, tentang kantor, dan akhirnya ngobrol tentang dia.

Dan dari sekian banyak acara ketemuan kita itu, gak sedetikpun gue pengen jauh – jauh dari dia. Sellau aja ada alesan buat telpon dia atau sekedar ngirim meme lucu.

Then one day, on one of our date, entah date keberapa, dia menuliskan sebuah alamat website di telapak tanganku.

“Lo gak ada kertas ya? Ntar gue whatsapp aja deh alamat webnya.”

“Gue butuhnya sekarang, Cin. Lo sih gimana cerita gak bawa hp. Ada pulpen gak? Tulis aja deh di tangan gue. GUe gak ada kertas.”

“Lah, sendirinya? juga gak bawa hp kan?”

“Yah anggep aja ini macem adegan di serendipity.”

“Dih siapa yang sangka, Abdul yang nerd bin galak kalo di kantor ternyata punya sisi sentimentil kek John Cusack di Serendipity.”

Kami berdua tergelak. “rese lo, Cin.”

Dan Cindy menuliskan alamat website salah satu blogger kenamaan yang blognya kata Cindy wajib banget dibaca sama nerd kayak aku.

“Tuh. Jangan lupa buruan browsing yak.”

*

Hampir tengah malam dan kuberanikan mengetuk pintunya, pembicaraan antara kami berdua mengalir begitu saja. Well sebenarnya gue yang lebih banyak ngomong.

“You know, you’re like a bug. A computer virus. Tapi gue gak mau ngebunuh itu virus. So, what do you think, Cin?”

Cindy melongo.

“You, me. Dating everyday, atau kalo lo takut bosen liat gue, yaaaah seminggu 2 kali bolehlah kita dating. But I would love to call this dating thingy as in a relationship. Sounds cool?”

Cindy tersenyum. “Yawlaaaa Abdul, I thought you’d never asked me.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Virus at Wangi.

meta

%d bloggers like this: